Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2009. Tampilkan semua postingan

29 Juli 2008

Jawa Timur Selesaikan Daftar CAD

Untuk memenuhi kuota 30% prosen perempuan, PKS menempatkan kader wanita terbaiknya diurutan dua dan tiga. Diantaranya Dwi Sulistiyorini yang menjadi Ketua Deputi Jaringan Lembaga dicalonkan menjadi CAD nomor dua untuk DPRD Propinsi dari dapil 1. Menyusul Yulyani yang menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dicalonkan menjadi CAD nomor tiga untuk DPRD Propinsi dari dapil 1. Ada juga Nur Azizah Tamhid istri walikota depok Nur Mahmudi Ismail yang asli jatim, dicalonkan menjadi CAD nomor dua DPR RI dari dapil enam.


PK-Sejahtera Online: Launching calon anggota dewan (CAD) untuk dapil Jawa Timur dirilis bersamaan dengan digelarnya rapat kordinasi para calon anggota dewan oleh DPP PKS Wilda Jatim Bali pada Ahad, (27/7) di surabaya. Hadir Sigit Sosiantomo (Ketua DPP PKS Jatim Bali), Jafar Tri Kuswahyono (Ketua DPW PKS Jatim), serta para CAD pusat dan wilayah dapil Jatim.

Ja'far Tri Kuswahyono menyampaikan bahwa para calon anggota dewan PKS tidak ada upaya untuk menggoalkan dirinya sendiri. Mereka yang saat ini masuk dalam daftar CAD adalah mereka yang telah lolos verifikasi oleh panitia penjaringan tingkat daerah (Panjatida), penjaringan tingkat wilayah (Panjatiwil), dan panitia tingkat pusat (panjatinas).

Panjatida, panjatiwil, dan panjatinas semuanya bekerja untuk melist daftar nama terbaik baik dari kader maupun non kader yang diusulkan oleh para kader dimasing-masing kabupaten/ kota. Selain verifikasi lapangan dilakukan juga jajak pendapat yang melibatkan kader.

Ja'far melanjutkan bahwa CAD memiliki keberagaman backgorund mulai dari guru, dokter, entrepeneur, pengusaha rumput laut, pengusaha kompor, pengusaha bengkel, akuntan, penerjemah, dan profesional lainnya.

Sigit Sosiantomo mengatakan bahwa daftar CAD yang dirilis lebih awal menunjukkan good will PKS untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan penilaian lebih awal kepada para calon wakil rakyat dari PKS. Pasca dirilisnya daftar CAD ini mereka akan langsung bekerja untuk turun langsung ke dapilnya masing-masing.

Nama-nama yang masuk daftar CAD diantaranya Sigit Sosiantomo yang dicalonkan untuk DPR RI dari dapil 1. Soeripto yang dicalonkan kembali untuk DPR RI dari dapil 1. Luthfi Hasan Ishaq, anggota DPR RI, dicalonkan kembali menjadi anggota DPR RI dari dapil 5.

Sedangkan Rofi' Munawar yang menjadi anggota DPRD Propinsi Jatim dicalonkan untuk DPR RI dari dapil 7. Ja'far Tri Kuswahyono Ketua DPW PKS Jatim dicalonkan untuk DPRD Propinsi dari dapil 5.

Untuk memenuhi kuota 30% prosen perempuan, PKS menempatkan kader wanita terbaiknya diurutan dua dan tiga. Diantaranya Dwi Sulistiyorini yang menjadi Ketua Deputi Jaringan Lembaga dicalonkan menjadi CAD nomor dua untuk DPRD Propinsi dari dapil 1. Menyusul Yulyani yang menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dicalonkan menjadi CAD nomor tiga untuk DPRD Propinsi dari dapil 1. Ada juga Nur Azizah Tamhid istri walikota depok Nur Mahmudi Ismail yang asli jatim, dicalonkan menjadi CAD nomor dua DPR RI dari dapil enam.

Launching daftar CAD dapil jatim ini juga sekaligus mengakhiri masa kampanye putaran pertama di Jawa Timur.

20 Juli 2008

PDIP, Golkar dan PKS Teratas

Jakarta-Meski tergolong partai baru namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata memiliki massa pendukung paling loyal. Loyalitas pendukung PKS jauh mengungguli pemilih Partai Golkar, PDIP, dan PPP.

Hasil penelitian yang diungkap Center for Strategic and International Studies (CSIS) cukup mengejutkan mengingat PKS baru lahir pada era reformasi 1998. Dalam pemilu pertama 1999, PKS yang dulu masih bernama Partai Keadilan (PK) bahkan sempat tidak lolos ET sehingga harus berganti nama menjadi PKS.

Menurut CSIS, dari 3.000 responden yang disurvei pada pertengahan Mei 2008 ditemukan fakta bahwa sebanyak 75,4 persen pemilih yang pada pemilu 2004 lalu memilih PKS, menyatakan akan kembali memilih PKS pada Pemilu 2009.

Angka berbeda ditemukan ketika responden dari partai besar lain ditanya pertanyaan serupa. Hanya 61 persen pemilih Partai Golkar yang akan kembali memilih partai pimpinan Jusuf Kalla ini pada pemilu 2009. Lebih parah lagi adalah loyalitas pemilih PDIP. Tercatat hanya 55,1 persen responden yang akan memilih partai Banteng Mencereng ini.Namun loyalitas ketiga partai itu masih lebih baik ketimbang PPP, PAN, dan Partai Demokrat (PD). Ketiga partai ini memiliki basis pendukung yang relatif lebih lemah.

“Dukungan terhadap PPP dan PAN akan turun drastis karena banyak pendukungnya pindah ke PKS. Begitu juga dengan Partai Demokrat karena hanya menjadi fenomena sesaat,” ungkap CSIS.

CSIS juga menemukan sebanyak 30 persen responden belum menentukan pilihan dalam pemilu 2009. Sementara 6,1 persen respon menyatakan akan memilih partai-partai lain. “Sekitar 35 persen calon pemilih yang merupakan pemilih tahun 2004 berencana menetapkan pilihan pastinya pada hari pemungutan suara Pemilu 2009,” kata CSIS.

Survei CSIS ini dilakukan pada pertengahan Mei 2008 terhadap 3.000 responden yang tersebar di 13 provinsi yang memiliki total 85 persen jumlah penduduk Indonesia dan mewakili sekitar 76 persen kursi di DPR RI.
CSIS menggunakan metode survei wawancara dan tatap muka langsung. Untuk penentuan sampel, CSIS melakukan kombinasi multi-stage purposive sampling dan random sampling dengan margin of errors sebesar plus minus 1,79 persen.