11 Mei 2008

PKS Incar Suara Massa Mengambang

SEMARANG - Seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah siap memenangkan pasangan Sukawi Sutarip-Sudharto dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jateng 2008. Tekad ini terasa menggelora dalam apel akbar pilgub PKS Jateng di Gedung LPMP Srondol Sabtu (10/5). PKS bertekad untuk mendulang suara dari massa mengambang yang diperkirakan berjumlah 60 persen dari jumlah pemilih.

Ketua DPW PKS Jateng Arif Awaludin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan strategi 10:5:4 untuk bisa memenangi pilgub dalam satu putaran saja. Menurutnya, pola 10:5:4 berarti satu kader diwajibkan mendatangi 10 orang untuk memperkenalkan pasangan Sukawi-Sudharto. Kemudian meyakinkan 5 pemilih dan 4 diantaranya memastikan pilihan kepada pasangan yang diusung koalisi PD-PKS ini.

"Program ini akan kami sesuaikan dengan jadwal KPU, kami akan pastikan semua masyarakat kenal dan tahu siapa Sukawi-Sudharto," tutur Arif.

Arif yakin strategi ini meneruskan kemenangan PKS setelah di Pilgub Jabar dan Sumut. Pasalnya, berdasarkan berbagai survei yang ada, diketahui masih ada sekitar 60 persen calon pemilih belum menentukan pilihannya atau biasa disebut sebagai massa mengambang. Jumlah pemilih dalam pilgub Jateng tercatat lebih dari 25 juta orang.

"Suara massa mengambang inilah yang akan digarap intensif mulai sekarang ini, sebab suara mereka amat menentukan kemenangan pasangan calon," katanya.

Berkaca dari sukses yang diraih pada Pilgub Jabar, Arif menjelaskan, sebelum masa kampanye, dengan jumlah massa mengambang sekitar 85 persen, dukungan pada duet Ahmad Heryawan-Dede Yusuf baru 15 persen. Namun saat pencoblosan dukungan ini bisa melonjak hingga 40 persen. Menurut dia, pendekatan secara langsung tersebut diharapkan akan memberi tambahan dukungan suara yang diperoleh Sukawi-Sudharto, yang saat ini menurut hasil jajak pendapat internal PKS, perolehan suara duet ini masih sekitar 20 persen.

Ia menegaskan, status tersangka kasus korupsi yang ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jateng kepada Sukawi tidak akan memengaruhi dukungan kader dan masyarakat yang dijadikan target pendukung pasangan ini. "Kader PKS jangan sampai terprovokasi. Menjelang masa kampanye seperti saat ini, sudah saatnya seluruh kader " katanya.

Sementara itu dalam kesempatan ini Sukawi menjelaskan bahwa ia sedang dizalimi dengan adanya pemberitaan tentang statusnya sebagai tersangka. Menurutnya, hal-hal seperti ini juga pernah dialaminya saat mencalonkan sebagai Wali Kota Semarang untuk periode kedua. Oleh sebab itu, ia mengharap kader PKS ikut meluruskan isu kasus hukum yang dialaminya. "Semua harus diceritakan keapda masyarakat, kami menghormati proses hukum. Semoga semua baik-baik saja," ujarnya.

Cawagub Sudharto pada kesempatan sama juga mengakui bahwa dirinya tidak percaya kalau Sukawi telah korupsi. "Pak Kawi sudah mengatakan kepada saya bahwa beliau tidak ’nguntal’ (menelan) uang rakyat, uang negara," kata Sudharto yang juga Ketua PGRI Jateng dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu. "Itu yang disampaikan oleh seorang pemimpin dan saya memegang omongan itu," tegas Sudharto.
(jawapos.com)

Tidak ada komentar: